Sabtu, 27 November 2010

PENGERTIAN MASYARAKAT

1. Pengertian Masyarakat
Community dalam bahasa yunani adalah “persahabatan”. Sebagai refleksi dari arti kata tersebut,
aristoteles mengemukakan bahwa manusia yang hidup bersama dalam masyarakat karena
mereka menikmati ikatan yang saling bekerja sama, untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka
dan untuk menemukan makna kehidupan. Masyarakat dalam konteks pemberdayaan
masyarakat adalah masyarakat atau community dalam bahasa inggris atau juga komunitas.
Secara etimologis “ community” berasal dari kommunitat yang berakar pada comunete atau
comman.
Community mempunyai dua arti (Talizi,1990-49) :
a. Sebagai kelompok social yang bertempat tinggal di lokasi tertentu, memiliki kebudayaan dan
sejarah yang sama
b. Sebagai suatu pemuliman yang terkecil di atasnya ada kota kecil (town), dan di atas kota
kecil ada kota atau kota besar (city).
Hillery (1995) dan lewis (1977) telah menyimpulkan banyak literature dan mengusulkan empat
komponen utama untuk mendefinisikan konsep komunitas. Pertama dan terutama bahwa
komunitas melibatkan manusia. Wilaayah dan tempat tinggal juga menjadi elemen dalam
pembangunan masyarakat. Tetapi., tidak semua penulis menambahkan wilayah, tanah, atau
batas wilayah dalam definisi komunitas mereka. Wilkinson (1986) berpendapat bahwa
komunitas adalah manusia yang hidup bersama dalam ekologi setempat dengan batasan
wilayah yang bias.tatapi beliau menulis kebiasaan batasan adalah tidak relevan apabila dijadikan
salah satu pencaharian karakteristik utama dari suatu komunitas atau lingkungan.
Thomas Hobber mengemukakan bahwa komunitas adalah sebuah proses alamiah dimana orangorang
yang hidup bersama untuk memaksimalkan kepentingan mereka, Hobbes merasa bahwa
kepentingan diri sendiri dapat ditemukan dalam kelompok.
Pendapat lain mendengar bahwa komunitas di identikan sebagai pemukiman kecil penduduk,
bersifat mandiri (self contained) dan yang satu berbeda dengan lainnya :
a. Komunitas memiliki kesadaran kelompok (group consciousness) yang kuat.
b. Komunitas tidak terlalu besar sehingga dapat saling mengenal pribadi tetapi tidak terlalu
kecil sehingga dapat berusaha bersama secara efisien.
c. Komunitas bersifat homogeny
d. Komunitas hidup madiri (self sufficient).
Menurut ensiklopedi Indonesia, istilah “masyarakat” sekurang-kurangnya mengandung tiga
pengertian :
a. Sama dengan gesellschaft, yakni bentuk tertentu kelompok social berdasarkan rasional,
yang diterjemahkan sebagai masyarakat patembayan dalam bahasa Indonesia. Sementara
kelompok social lain yang masih mendasarkan pada ikatan naluri kekeluargaan disebut
gemain-scaft atau masyarakat paguyuban.
b. Merupakan keseluruhan “masyarakat manusia” meliputi seluruh kehudupan bersama. Istilas
ini dihasilkan dari perkembangan ketergantungan manusia yang pada masa terakhir ini
sangant dirasakan.
c. Menunjukan suatu tata kemasyarakatan tertentu dengan cirri sendiri (identitas) dan suatu
autonomi (relative), seperti masyarakat barat, masyarakat primitive yang merupakan
kelompok suku yang belum banyak berhubungan dengan dunia sekitarnya.
Bedasarkan pengertian diatas dapatlah disebutkan kelompok masyarakat yang dicirikan
menurut hubungan manusianya serta nilai social yang berlaku sebagai berikut.
a. Menurut mata pencaharian, seperti masyarakat petani, nelayan, buruh, pedagang, dan lainlain
b. Menurut lingkungan tempat tinggalnya seperti masyarakat hutan, pantai/pesisir.
c. Menurut tingkat kehidupan ekonomi seperti masyarakat miskin yang dibedakan dengan
masyarakat kaya
d. Menurut tingkat pendidikan seperti masyarakat terpelajar, intelek/ berpengetahuan yang
dibedakan dengan masyarakat awam
e. Menurut penataan lingkuangan /pemuiiman masyarakat seperti masyarakat desa, kota ,
metropolitan.
f. Menurut lingkuangan prgaulan agama seperti ulama, santri, gereja.
g. Menurut tingkat keberadaban seperti masyarakat madani, sebagai masyarakat yang
beradab yang didikotomikan dengan masyarakat jahiliah.
h. Menurut tingkat kehidupan social seperti masyarakat maju, tertinggal dan sebagainya.
i. Menurut jenis kelamin yang dibedakan antara perempuan dengan laaki-laki.
Dari contoh pengelompokan masyarakat seperti di atas dalam konteks pemberdayaan
masyarakat maka focus perhatian lebih ditujukan kepada kelompok masyarakat yang masih
perlu diberdayakan mengingat kondisi masyarakat tidak berdaya. Konsep komunitas masyarakat
yang baik (good community) mengandung Sembilan nilai (the competent community) (talizi,
1990 : 57-58)
1. Setiap anggota masyarakat berinteraksi satu dengan yang lain berdasar hubungan pribadi.
2. Komunitas memiliki otonomi, kewenangaan,dan kemampuan mengurus kepentingan
sendiri.
3. Memiliki viabilitas, yaitu kemampuan untuk memecahkan masalahnya sendiri.
4. Distribusi kekayaan yag merata, setiap orang berkesempatan yang sama dan bebas
nenyatakan kehendaknya.
5. Kesempatan setiap anggota untuk berpatisipasi aktif dalam mengurus kepentingan bersama.
6. Komunitas member makna kepada anggotanya sejauh manakah pentingnya komunitas bagi
seorang anggota.
7. Di dalam komunitas dimungkinkan adanya heterogenitas dan perbedaan pendapat.
8. Di dalam komunitas, pelayanan masyarakat ditempatkan sedekat dan secepat mungkin pada
yang berkepentingan
9. Di dalam komunitas bisa terjadi konflik, namun komunitas memiliki kemampuan untuk
managing conflict
Drs.H.Roesmidi,M.M buku pemberdayaan masyarakat
Dalam pengertian sosiologi, masyarakat ridak dipandang sebagai suatu kumpulan
individu-individu semata. Masyarakat merupakan suatu pergaulan hidup, oleh karena
manusia hidup bersama. Masyarakat merupakan suatu sistem yang terbentuk karena
hubungan anggota-anggotanya. Dengan kata lain, masyarakat adalah suatu sistem yang
terwujud dari kehidupan bersama manusia, yang lazim disebut dengan sistem
kemasyarakatan. Emile Durkheim (1951) menyatakan bahwa masyarakat merupakan
suatu kenyataan yang obyektif secara mandiri, bebas dari individu-individu yang
merupakan anggota-anggotanya.
Cara yang baik untuk mengerti tentang masyarakat adalah dengan menelaah ciriciri
pokok dari masyarakat itu sendiri. Sebagai suatu pergaulan hidup atau suatu bentuk
kehidupan bersama manusia, maka masyarakat itu mempunyai ciri-ciri pokok, yaitu:
1. Manusia yang hidup bersama
Secara teoritis, jumlah manusia yang hidup bersama itu ada dua orang. Di dalam ilmuilmu
sosial, khususnya sosiologi, tidak ada suatu ukuran yang mutlak atau angka yang
pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang harus ada.
2. Bergaul selama jangka waktu cukup lama
3. Adanya kesadaran, bahwa setiap manusia merupakan bagian dari satu kesatuan.


sumber : http://file.upi.edu/Direktori/A%20-%20FIP/JUR.%20PEND.%20LUAR%20SEKOLAH/MUSTOFA%20KAMIL/pengertian%20masyarakat.pdf

Minggu, 31 Oktober 2010

Kekurangan dan kelebihan Studentsite

Perkembangan Teknologi Informasi tahun 2010 semakin terasa majunya sejalan dengan kemajuan teknologi internet yang semakin maju. Internet adalah jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer ke jaringan banyak komputer dengan bantuan fasilitas server, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data melalui sebuah blog/web tanpa melihat jenis komputer itu sendiri.

Dengan mengikuti sepak terjang perkembangan Teknologi Informasi. Universitas Gunadarma kini memanfaatkan perkembangan Teknologi Informasi demi efiensi waktu. http://studentsite.gunadarma.ac.id itulah salah satu situs yang digunakan Universitas Gunadarma. Situs tersebut digunakan khusus kepada para mahasiswa untuk mempermudah mendapat informasi terbaru tentang Universitas.

Namun, dalam perkembangan Teknologi Informasi ada istilah “tak ada yang sempurna”. Jadi dengan demikian studentsite Gunadarma memiliki suatu kelebihan dan kekurangan. Berikut kurang lebih kelebihan dan kekuranga yang dapat saya sampaikan.
Berikut beberapa kelebihan dari dengan adanya Studentsite Gunadarma

1. Dengan Studentsite universitas dapat menginformasikan dengan cepat kepada seluruh mahasiswa/mahasiswi tentang pengumuman atau informasi yang terbaru.

2. Dengan Studentsite mahasiswa dapat dengan mudah mencari informasi website lain yang mendukung dalam pencarian informasi tentang Universitas.

3. Dengan Studentsite mahasiswa dapat saling sharing dan berbagi informasi dalam dengan membuat blog dan menerbitkan nya sehingga membuat seluruh mahasiswa dapat membaca dan mempelajari hasil karya tulis mahasiswa. Bukan hanya dalam kalangan mahasiswa bahkan dapat mencakup seluruh dunia.

4. Dengan Studentsite kegiatan mahasiswa menjadi lebih praktis, karena di lengkapi dengan email.

Masih banyak lagi kelebihan yang dapat di peroleh dari studentsite Gunadarma. Namun dari kelebihan di atas tentu saja masih ada kekurangan dalam penerapan studentsite. Misalnya.

1. Studentsite masih terlalu sering nonaktif sehingga mengganggu kinerja seluruh mahasiswa dalam pengumpulan tugas atau mencari informasi.

2. Masih banyak beberapa fasilitas dalam studentsite yang belum berfungsi secara maksimal sehingga fasilitas tersebut dapat dikatakan sia sia.

Itulah beberapa macam kelebihan dan kekurangan dalam studentsite yang dapat saya paparkan. Sehingga dapat kita ambil kesimpulan bahwa dengan mengikuti perkembangan Teknologi Informasi universitas Gunadarma telah memanfaatkan dan mengembangkan teknologi secara maksimal dan dengan terus memperbaiki segala kekurangan didalamnya.

Semoga dari pemaparan dan contoh pemanfaatan Teknologi Informasi yang digunakan Universitas Gunadarma dapat membuat para pembaca blog ikut berpartisipasi mengembangkan Teknologi Informasi dengan lebih baik lagi. Sehingga dapat menutupi segala kekurangan dan menambah segala kelebihan.
Sekian dan wassalam.



Ilham maulana
1KA11
13110433

Rabu, 27 Oktober 2010

PENDUDUK

Dalam ilmu sosiologi penduduk dapat di artikan sekelompok manusia atau sekumpulan orang orang yang menempati suatu daerah. Dalam ilmu social penduduk dapat dikatakan semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Indonesia selama enam bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari enam bulan tetapi bertujuan menetap .
Penduduk dapat dipengaruhi oleh 3 kompon3n yaitu: natalitas, mortalitas dan migrasi.
Natalitas (kelahiran) adalah laju kelahiran yang memperlihatkan jumlah keturunan oleh setiap wanita dalam suatu populasi penduduk per satuan waktu tertentu. Jadi dapat dikatakan natalitas merupakan jumlah kelahiran bayi dalam kurun waktu tertentu sehingga dapat mempengaruhi tinggi rendah nya jumlah penduduk
Mortalitas (kematian) adalah laju angka rata-rata kematian dalam suatu wilayah tertentu. Moratalitas dapat mengurangi jumlah penduduk, sehingga dapat dikatakan mortalitas mempengaruhi jumlah penduduk. Informasi kematian sangat diperlukan dalam berbagai macam aspek. Misalnya, perancangan perumahan, fasilitas- fasilitas pendidikan dan jasa jasa lain nya yang berguna bagi masyarakat. Informasi kematian juga diperlukan untuk evaluasi terhadap kebijakan penduduk lainnya
Migrasi (perpindahan penduduk) adalah perpindahan seseorang atau kelompok dari suatu tempat ke tempat lain. Migrasi dapat dbedeakan menjadi beberapa macam:
1. urbanisasi : yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
2. Transmigrasi : yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang lebih senggang
3. Evakuasi : yaitu perpindahan penduduk dari tempat yang berbahaya ke tempat yang lebih aman
4. Imigtasi : yaitu perpindahan penduduk atau seseorang dari satu Negara ke Negara lain. Seseorang yang melakukan imigtasi disebeut dengan “Imigran”.

Tinggi nya tingkat pertumbuhan penduduk yang begitu pesat bukan lah masalah baru yang dihadapi oleh beberapa negara di dunia. Terutama pada negara negara berkembang. Kemiskinan, kekurangan pangan, tidak meratanya pendidikan dan masih banyak lagi permasalahan yang di akibatkan oleh tingginya jumlah penduduk di suaatu negara. Berikut hasil penelusuran beberapa negara dengan jumlah penduduk terbesar.
- Cina, 1.323.660.000 sensus 2008, 7 Mei
-India, 1.132.488.000 sensus 2008, 7 Mei
-Amerika, 304.020.000 sensus 2008, 7 Mei
-Indonesia, 231.627.000
-Brasil, 186.599.800 sensus 2008, 7 Mei

Dengan total penduduk kini 230 juta jiwa (keempat di dunia) dan jumlah kelahiran 3 juta per tahun, jumlah penduduk ini tergolong demikian besar. Ironisnya, sebagian besar dari mereka adalah penduduk tergolong miskin, berkualitas rendah dan memiliki anak dalam jumlah besar.
Hampir bisa dipastikan, dari kelompok itu, bakal muncul output kelahiran penduduk miskin dan rendah kualitas di negeri ini. Indeks pembangunan manusia (IPM) menunjukkan, Indonesia berada pada nomor 109 dari 177 negara (Human Development Indeks 2008). Belum lagi, persebaran penduduk di negara ini sangat timpang. Hampir 60% penduduk tinggal di Pulau Jawa. Jumlah penduduk yang tidak merata dan berjejal dalam satu wilayah akan memberikan beban yang berat bagi wilayah bersangkutan.
Menurut Sugiri, segenap pihak harus serius mengatasi laju pertambahan penduduk sehingga ketakutan ledakan penduduk bisa dihindari. Sayangnya, wajah kependudukan Indonesia dikelilingi sejumlah masalah yang pelik. Hal itu antara lain bisa dilihat dari sejumlah indikator.
Di antaranya masih rendahnya angka pemakaian kontrasepsi. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI 2002-2003 dan 2007) memperlihatkan contraceptive prevalence ratelidak memperlihatkan peningkatan berarti, yakni dari 56,7% menjadi 57,4% pada perempuan usia subur yang menggunakan KB modem.
Jumlah pasangan usia subur yang tidak ingin punya anak, tetapi tidak memiliki akses KB (unmet need) meningkat dari 8,6% (SDKI 2002) menjadi 9,1% pada SDKI 2007. Indikator lain yaitu menurunnya kapasitas kelembagaan program KB. Tidak semua daerah memiliki badan atau kantor KB. Pada 2009, jumlah pengendali lapangan atau petugas lapangan KB
(PLKB) hanya berjumlah, 4.486 hanya 19.566 atau hanya 75% jika dibandingkan dengan sebelum masa desentralisasi. Program KB sejatinya merupakan program investasi sumber daya manusia dan tentu saja pemerintah bertanggung jawab untuk memprakarsai dan melaksanakannya.

Postingan Lebih Baru Beranda

Blogger Template by Blogcrowds