Rabu, 27 Oktober 2010

PENDUDUK

Dalam ilmu sosiologi penduduk dapat di artikan sekelompok manusia atau sekumpulan orang orang yang menempati suatu daerah. Dalam ilmu social penduduk dapat dikatakan semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Indonesia selama enam bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari enam bulan tetapi bertujuan menetap .
Penduduk dapat dipengaruhi oleh 3 kompon3n yaitu: natalitas, mortalitas dan migrasi.
Natalitas (kelahiran) adalah laju kelahiran yang memperlihatkan jumlah keturunan oleh setiap wanita dalam suatu populasi penduduk per satuan waktu tertentu. Jadi dapat dikatakan natalitas merupakan jumlah kelahiran bayi dalam kurun waktu tertentu sehingga dapat mempengaruhi tinggi rendah nya jumlah penduduk
Mortalitas (kematian) adalah laju angka rata-rata kematian dalam suatu wilayah tertentu. Moratalitas dapat mengurangi jumlah penduduk, sehingga dapat dikatakan mortalitas mempengaruhi jumlah penduduk. Informasi kematian sangat diperlukan dalam berbagai macam aspek. Misalnya, perancangan perumahan, fasilitas- fasilitas pendidikan dan jasa jasa lain nya yang berguna bagi masyarakat. Informasi kematian juga diperlukan untuk evaluasi terhadap kebijakan penduduk lainnya
Migrasi (perpindahan penduduk) adalah perpindahan seseorang atau kelompok dari suatu tempat ke tempat lain. Migrasi dapat dbedeakan menjadi beberapa macam:
1. urbanisasi : yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
2. Transmigrasi : yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang lebih senggang
3. Evakuasi : yaitu perpindahan penduduk dari tempat yang berbahaya ke tempat yang lebih aman
4. Imigtasi : yaitu perpindahan penduduk atau seseorang dari satu Negara ke Negara lain. Seseorang yang melakukan imigtasi disebeut dengan “Imigran”.

Tinggi nya tingkat pertumbuhan penduduk yang begitu pesat bukan lah masalah baru yang dihadapi oleh beberapa negara di dunia. Terutama pada negara negara berkembang. Kemiskinan, kekurangan pangan, tidak meratanya pendidikan dan masih banyak lagi permasalahan yang di akibatkan oleh tingginya jumlah penduduk di suaatu negara. Berikut hasil penelusuran beberapa negara dengan jumlah penduduk terbesar.
- Cina, 1.323.660.000 sensus 2008, 7 Mei
-India, 1.132.488.000 sensus 2008, 7 Mei
-Amerika, 304.020.000 sensus 2008, 7 Mei
-Indonesia, 231.627.000
-Brasil, 186.599.800 sensus 2008, 7 Mei

Dengan total penduduk kini 230 juta jiwa (keempat di dunia) dan jumlah kelahiran 3 juta per tahun, jumlah penduduk ini tergolong demikian besar. Ironisnya, sebagian besar dari mereka adalah penduduk tergolong miskin, berkualitas rendah dan memiliki anak dalam jumlah besar.
Hampir bisa dipastikan, dari kelompok itu, bakal muncul output kelahiran penduduk miskin dan rendah kualitas di negeri ini. Indeks pembangunan manusia (IPM) menunjukkan, Indonesia berada pada nomor 109 dari 177 negara (Human Development Indeks 2008). Belum lagi, persebaran penduduk di negara ini sangat timpang. Hampir 60% penduduk tinggal di Pulau Jawa. Jumlah penduduk yang tidak merata dan berjejal dalam satu wilayah akan memberikan beban yang berat bagi wilayah bersangkutan.
Menurut Sugiri, segenap pihak harus serius mengatasi laju pertambahan penduduk sehingga ketakutan ledakan penduduk bisa dihindari. Sayangnya, wajah kependudukan Indonesia dikelilingi sejumlah masalah yang pelik. Hal itu antara lain bisa dilihat dari sejumlah indikator.
Di antaranya masih rendahnya angka pemakaian kontrasepsi. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI 2002-2003 dan 2007) memperlihatkan contraceptive prevalence ratelidak memperlihatkan peningkatan berarti, yakni dari 56,7% menjadi 57,4% pada perempuan usia subur yang menggunakan KB modem.
Jumlah pasangan usia subur yang tidak ingin punya anak, tetapi tidak memiliki akses KB (unmet need) meningkat dari 8,6% (SDKI 2002) menjadi 9,1% pada SDKI 2007. Indikator lain yaitu menurunnya kapasitas kelembagaan program KB. Tidak semua daerah memiliki badan atau kantor KB. Pada 2009, jumlah pengendali lapangan atau petugas lapangan KB
(PLKB) hanya berjumlah, 4.486 hanya 19.566 atau hanya 75% jika dibandingkan dengan sebelum masa desentralisasi. Program KB sejatinya merupakan program investasi sumber daya manusia dan tentu saja pemerintah bertanggung jawab untuk memprakarsai dan melaksanakannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Beranda

Blogger Template by Blogcrowds